Kenapa yang Turun ke Bumi Nabi Isa, Bukan Nabi Muhammad Saw?

https://www.abusyuja.com/2020/03/kenapa-yang-turun-ke-bumi-nabi-isa-bukan-nabi-muhammad.html
Abusyuja.com_Pernahkah terpikirkan oleh anda, mengapa di akhir zaman nanti yang turun ke bumi adalah Nabi Isa As? Padahal kita tahu, Nabi Muhammad Saw. adalah Rasul Akhir Zaman? Nabi yang menyempurnakan ajaran nabi-nabi terdahulu? Bagaimana pandangan ulama mengenai hal ini? Berikut kami paparkan penjelasan mengenai pertanyaan tersebut sesuai muktamar NU ke-3 tahun 1928 di Surabaya.

Baca juga
Sesuai penjelasan di atas, muktamar NU telah mengupas tuntas mengenai persoalan tersebut. Setelah nabi Isa As. turun ke bumi, apakah beliau tetap menjadi Nabi dan Rasul? Padahal kita tahu, nabi akhir zaman adalah Muhammad Saw. Dan apabila beliau (nabi Isa) benar-benar turun ke bumi, bagaimana nasib madzhab 4 (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali) yang telah kita jadikan sandaran sejak dulu? Apakah tetap masih berlaku? Atau bagaimana?

Kita “wajib” berkeyakinan bahwa Nabi Isa As. akan diturunkan kembali pada akhir zaman. Dan tentunya beliau tetap menjadi nabi dan rasul yang melaksanakan syariat atau ajaran Nabi Muhammad Saw. Dan hal tersebut tidak menghalangi beliau (Muhammad) sebagai Nabi akhir zaman (terakhir). Sebab, Nabi Isa As. hanya melaksanakan syariat Nabi Muhamad Saw. Sedangkan madzhab 4 kala itu sudah tidak berlaku lagi akibat rusaknya akhir zaman.

Dijelaskan dalam kitab Asna al-Mathalib [1], Allah berfirman dalam QS. al-Ahdzab ayat 40, “...akan tetapi Rasulullah dan penutup Nabi-Nabinya” firman Allah tersebut tidak bertentangan dengan hadis yang menjelaskan tentang turunnya nabi Isa As. di akhir zaman, karena beliau tidak datang dengan ajaran baru apalagi menghapus ajaran-ajaran Nabi Muhammad Saw. Dan beliau datang ke bumi justru akan menetapkannya dan mengamalkannya.

Dijelaskan pula dalam kitab Al-Fatawa al-Haditsiyah [2] , “Para ulama sepakat bahwa Isa As. akan melaksanakan hukum sesuai dengan syariat kita (Islam), maka bagaimanakah cara menerapkan hukumnya? Apakah berdasarkan salah satu madzhab dari madzhab-madzab yang ada? Ataukah berdasarkan ijtihad? Jawabannya adalah belia (Nabi Isa As.) tersucikan dari ikut menjadi muqallid ( orang yang bersandar) pada imam-imam mujtahid, bahkan beliau lebih utama berijtihad sendiri”.

Dan dijelaskan pula dalam kita Al-Mizan al-Kubra [3] , “Maka lihatlah wahai para saudaraku apa yang ada di bawah pohon dan cabangnya, rantingnya, serta buahnya, maka anda akan mendapatkan semuanya bercabang dari inti syariatnya...(ila akhirihi), sampai  keluarnya Imam Mahdi yang akan membatalkan amalan yang berdasarkan taklid pada madzhab-madzhab yang ada pada masanya seperti yang telah dijelaskan oleh para ahli khasyaf...(ila akhirihi), sampai kemudian Nabi Isa As. Turun ke bumi, maka bergantilah hukum lainnya yang sesuai dengan apa yang telah diwahyukan untuk melaksanakan syariat Muhamad Saw. melalui lisan malaikat Jibril”.

Kesimpulan

Kesimpulannya, Nabi Isa As. akan turun menjadi Nabi penutup sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadis-hadis. Dan pada kala itu, beliau tidak menganut atau bersandar pada madzhab-madzhab yang berlaku termasuk madzhab 4 (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali). Karena di zaman akhir nanti, madzhab-madzhab tersebut sudah tidak berlaku (dihapus).

Beliau akan berijtihad sendiri menggantikan hukum-hukum madzhab yang berlaku, dan tentunya ajaran tersebut tidak berbeda dari syariat Nabi Muhammad Saw. yang diajarkan melalui lisan Malaikat Jibril. Dan Insya Allah, ajaran tersebut tidak berbeda jauh dengan apa yang kita yakini sekarang (Ahlusunnah Wal Jamaah) yang menganut madzab 4. Wallahu A'lam


[1] Syaikh al-Islam Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib, (Beirut, Darul Kutub al-Ilmiyah, 2001 M), Cet. Ke-1, Juz VI, h. 252.

[2] Ibnu Hajar al-Haitami, al-Fatawa al-Haditsiyah, (Mesir, Musthafa al-Halabi, 1970 M), Cet. Ke-2, h. 180.

[3] Abdul Wahab Al-Sya’rani, al-Mizan al-Kubra, (Mesir, Musthafa al-Halabi, -), Cet. Ke-1, Juz I, h. 49.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel