10 Dampak Negatif Melakukan Dosa/Kejahatan

Abusyuja.com_Setiap orang pasti pernah melakukan dosa. Apabila seseorang yang melakukan perbuatan dosa besar, kemudian ia menyadari dosa yang dilakukannya itu sangat besar dan ia takut kepada-Nya dengan bertobat, maka sesungguhnya dosa itu kecil disisi Allah.

http://www.abusyuja.com/2020/06/10-dampak-negatif-melakukan-dosa-kejahatan.html

Dan apabila dosa itu dianggap kecil oleh orang yang melakukannya, sehingga ia terus-menerus mengulanginya, maka dosa itu menjadi besar disisi Allah, karena dosa yang paling besar adalah dosa yang dilakukan secara terus-menerus. Hal ini berdasarkan pada perkataan salah seorang sahabat yang mengatakan, "Tidak dianggap dosa kecil jika terus-menerus dilakukan, dan tidak dianggap dosa besar apabila ia memohon ampun."

Baca juga:

Dari pernyataan diatas dapat kita simpulkan bahwa dosa sebesar apapun itu, Allah akan menganggapnya kecil apabila kita mau bertobat kepada-Nya, memohon ampun dengan berjanji agar tidak mengulanginya lagi. Begitu juga sebaliknya, apabila kita mengulangi kesalahan yang sama atau dosa yang sama, niscaya di Mata Allah dosa tersebut dianggap besar meskipun dosa itu sebenarnya kecil.

Ada empat hal yang dilakukan sesudah melakukan perbuatan dosa yang lebih jelek daripada dosa itu sendiri, yaitu:
  1. Menganggap kecil (meremehkan).
  2. Merasa tidak apa-apa.
  3. Merasa senang.
  4. Ingin terus menerus melakukan perbuatan dosa itu.
Coba renungkan sejenak, pernahkah kita merasakan salah satu dari 4 hal di atas? 
Kita ambil contoh, seseorang yang "kecanduan" minum-minuman keras. Pasti setelah mabuk (melakukan perbuatan dosa), hatinya tidak merasa bersalah, bahkan ia menikmatinya dengan senang hati sembari meremehkan bahwa apa yang dilakukannya ternyata adalah perbuatan dosa besar. Dan dapat dimungkinkan, ia akan mengulanginya lagi karena ia merasa bahwa dosa yang telah ia terima tidak berdampak "apa-apa" pada dirinya. Na'udzubillah. (semoga kita tidak termasuk dari golongan mereka, aamiin)

Kita lihat contoh-contoh lain di luar sana, para koruptor, pemakan riba, pemakan daging saudaranya sendiri, dan beberapa golongan munafik lainnya, mereka tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya ternyata adalah dosa besar. Tetapi apakah benar dosa/perbuatan jahat tidak berdampak kepada pelakunya? Tentu saja "berdampak''.

Berikut 10 dampak negatif yang ditimpakan kepada pelaku dosa/kejahatan:
  1. Apabila seseorang melakukan dosa/perbuatan jahat, maka berarti ia akan membuat murka Dzat yang menciptakannya, sedangkan Dia adalah Dzat yang menguasai dirinya pada setiap saat.
  2. Dengan perbuatan dosa itu, maka ia membuat gembira iblis yang merupakan musuh Allah dan musuh dirinya.
  3. Menjauhkan diri dari tempat yang paling baik yaitu surga.
  4. Mendekatkan diri dari tempat yang paling buruk yaitu neraka
  5. Tidak peduli dengan orang yang sangat dicintainya, yakni dirinya sendiri.
  6. Membuat kotor dirinya sendiri, padahal Allah menciptakannya dalam keadaan bersih.
  7. Mengganggu malaikat yang tidak pernah mengganggunya, yaitu malaikat yang menjaga dirinya.
  8. Menjadikan Nabi Saw. merasa sedih di dalam kuburnya.
  9. Mempersaksikan kepada siang dan malam atas kejahatannya, serta siang dan malam itu terganggu dan merasa sedih karenanya.
  10. Mengkhianati semua makhluk, baik manusia maupun yang lain. Pengkhianatan kepada sesama manusia yaitu, jika seseorang  memerlukan kesaksian dari padanya, maka kesaksian itu tidak dapat diterima, karena mengingat dosa yang dilakukannya. Dengan demikian, perbuatan dosa itu meniadakan hak temannya karena perbuatannya itu. Sedangkan pengkhianatan kepada sesama makhluk selain manusia yaitu perbuatan dosa itu dapat menyebabkan kurangnya air (jarang hujan).
Oleh karena, itu maka jauhilah perbuatan-perbuatan dosa yang menyebabkan 10 akibat negatif seperti yang telah kami Sebutkan diatas. Ke-10 akibat negatif di atas dianggap sebagai penganiayaan terhadap dirinya sendiri. Ada ulama yang berpendapat bahwa, sekikir-kikirnya manusia adalah orang yang kikir terhadap dirinya sendiri, karena sesungguhnya dia itu bisa membawa dirinya untuk menuju kepada kebahagiaan.

Sedangkan manusia yang paling menganiaya diri sendiri adalah orang-orang yang menganiaya dirinya dengan melakukan maksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, karena sesungguhnya orang yang melakukan maksiat itu berarti telah membinasakan dirinya sendiri. Wallahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel