Dahsyat! 6 Keutamaan Shalawat Ibrahimiyah yang Harus Anda Ketahui

https://www.abusyuja.com/2020/07/keutamaan-shalawat-ibrahimiyah.html
Abusyuja.com_Siapa sih yang tidak tahu shalawat ibrahimiyah? Pasti setiap muslim tahu dan hafal. Sebab, shalawat ini pasti kita baca pada setiap shalat kita, tepatnya pada tasyahud akhir. Selain dibaca pada saat shalat, shalawat ibrahimiyah ternyata juga memiliki berbagai manfaat dan keutamaan. Tetapi sebelum membahas tentang hal tersebut, berikut kami sertakan tulisan shalawat ibrahimiyah arab, latin dan terjemahnya:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ 
(Allahumma shalli ‘alaa muhammd wa ‘alaa aali muhammad)
كما صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ 
(Kamaa shallaita ‘alaa ibraahiim)
وعلى آلِ إبْراهِيمَ
(Wa ‘alaa aali ibraahiim)
 وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
(Wabarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad)
 كما بَاركْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ 
(Kamaa baa rakta ‘alaa ibraahiim)
وَعَلَى آل إبراهيم
(Wa ‘alaa aali ibraahiim)
 في العالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ 
(Fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid)

Artinya, “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarganya, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Limpahkanlah pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana telah engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya di semesta ini Engkau Maha Terpuji dan Agung.”

Di atas merupakan bacaan shalawat yang masyhur disebut shalawat ibrahimiyah. Menurut Syeikh Yusuf Ismail, shalawat ibrahimiyah merupakan shalawat yang paling “tam” atau sempurna sighatnya dibandingkan dengan shalawat-shalawat lain, baik yang sifatnya ma’tsurah (diriwayatkan oleh Nabi) maupun yang tidak diriwayatkan oleh Nabi Saw.


Karena kesempurnaan inilah, para ulama menetapkan shalawat ini sebagai bacaan yang diucapkan ketika seorang Muslim mendirikan shalat, khususnya pada saat tasyahud akhir,  di samping karena adanya mufakat perihal kebenaran hadisnya.

Karena kesempurnaannya ini, maka para ulama menentukannya sebagai shalawat yang dibaca ketika seorang Muslim melakukan shalat, di samping karena adanya kesepakatan perihal kebenaran hadisnya. 

Ada banyak perawi hadis yang meriwayatkan shalawat ibrahimiyah. Diantaranya yaitu, Imam Malik di dalam kitab Muwaththa’, Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab shahihnya, Abu Dawud, Nasa'i, dan Turmudzi. 

Imam As-Sakhawi dan Al-Iraqi mengatakan bahwa hadisnya adalah muttafaq ‘alaih. Sebenarnya banyak sekali periwayatan hadis tentang shalawat ibrahimiyah. Dan banyak pula redaksi shalawat ibrahimiyah ini yang berbeda-beda. Sedangkan yang kami tulis di atas adalah salah satu redaksi shalawat ibrahimiyah yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi alias versi Baihaqi.

Imam Ahmad As-Shawi menceritakan hadis riwayat Imam Bukhari, dimana Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang membaca shalawat ini (di atas), maka aku bersaksi baginya di hari kiamat dengan kesaksian dan aku beri baginya syafaat.”

Selain keutamaan tersebut, para ulama mengatakan bahwa membaca shalawat ibrahimiyah sebanyak 1.000 kali dapat menjadikannya melihat Rasulullah kelak.


Dan satu hal lagi yang menarik, mengenai persoalan kata “sayyidina” pada shalawat ibrahimiyah. Mengapa dalam pengamalannya para guru-guru kita mengajarkan untuk menggunakan kata “syyidina”?Padahal dalam redaksi hadis, shalawat ibrahimiyah tidak menggunakan kata “sayyidina”?

Menanggapi persoalan ini, Imam Syamsudin Ar-Ramli dalam kitab Nihayatul Muhtaj mengatakan bahwa yang paling utama adalah menyertakan kata “Sayyidina” pada shalawat ibrahimiyah. Karena hal tersebut merupakan tata krama terhadap pangkat beliau yang semestinya.

Kesimpulannya, menggunakan kata “sayyidina” ketika membaca shalawat ibrahimiyah merupakan hal yang lebih utama dari pada tidak menggunakannya. (Nihayatul Muhtaj, Jil. I, hak.334) Sementara Imam Ahmad bin Hajar sejalan dengan pendapat tersebut. Beliau mengatakan bahwa penambahan kata “sayyidina” sebelum kata muhammad hukumnya adalah boleh-boleh saja. Karena ini merupakan bentuk tata krama terhadap hak beliau meskipun diucapkan dalam shalat fardhu sekalipun.

Keutamaan Shalawat Ibrahimiyah


1. Menyembuhkan Penyakit 

Kita tahu, penyakit datang dan pergi, semuanya tak lepas dari kehendak Allah Swt. Maka dari itu, dekatkanlah diri kita kepada-Nya dengan cara mencintai dan memuji apa yang dicintai oleh-Nya. Nabi Muhammad adalah kekasih Allah. 

Barangsiapa yang membenci Nabi, maka ia akan dibenci oleh Allah. Dan sebaliknya, orang yang memuji Nabi dan mencintai Nabi, maka akan dicintai pula oleh Allah.


Salah satu bentuk rasa cinta kepada Nabi adalah dengan bershalawat. Dengan bershalawat, Nabi akan senang kepada kita. Shalawat juga bisa menjadi wasilah terkabulnya doa kita. Berdoalah kepada Allah semoga Dia mau mengangkat segala penyakit kita.

Dari Sa'id Al-Musayyab, dari Umar bin Khaththab, ia berkata, "Sesungguhnya doa akan terhenti antara langit dan bumi dan tidak bisa naik ke atas, hingga kamu membaca shalawat atas Nabimu Saw.” (HR. Tirmidzi. Predikat hadis ini Hasan)

Maka dari itu, doa dan shalawat merupakan dua instrumen yang saling melengkapi. Fungsi shalawat terhadap doa adalah sebagai kendaraan atau wasilah agar hajat tersebut sampai kepada Allah Swt. Wallahu A’lam

2. Terkabulnya Doa Kita

Shalawat ibrahimiyah merupakan shalawat yang dibaca ketika tasyahud akhir dalam shalat. Barangsiapa membaca shalawat tersebut ketika shalat, kemudian ia berdoa, niscaya Allah akan mengabulkan doanya. Wallahu A’lam

Dari Abu Ali Al Janbi, dari Fadhalah bin Ubaid, ia berkata: Ketika Rasulullah sedang duduk, tiba-tiba seorang lelaki masuk, lalu shalat dan berdo'a, "Ya Allah, ampunilah aku dan kasihanilah aku." Rasulullah kemudian bersabda, "Engkau tergesa-gesa wahai mushali (orang yang sedang shalat). Apabila engkau shalat kemudian duduk, maka pujilah Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya. Bacalah shalawat atasku, lalu berdo'alah!" Selepas itu, seorang lelaki yang lain shalat, memuji Allah, dan membaca shalawat kepada Nabi. Maka Nabi pun bersabda, "Wahai mushalli, berdo'alah (engkau kepada Allah). niscaya (do'amu) akan dikabulkan. " (HR. Tirmidzi dan Abu Daud. Peredikat hadis ini Shahih)

3. Mendapatkan Syafaat oleh Nabi Saw. di hari Kiamat

Barangsiapa membaca shalawat kepada Nabi, kelak di akhirat akan diberikan wasilah baginya berupa kedudukan di surga. Wasilah tersebut berbentuk syafaat yang dapat menuntun kita masuk ke dalam surga.

...ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

“...Kemudian bacalah shalawat kepadaku. Karena barangsiapa membaca shalawat untukku satu kali, maka Allah membalasnya dengan sepuluh shalawat. Lalu mintakanlah kepada Allah Wasilah untukku. Wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali bagi hamba Allah, dan aku berharap agar aku adalah hamba Allah tersebut. Barangsiapa memintakan wasilah kepada Allah untukku, maka dia berhak mendapatkan syafaat” (HR. Imam Muslim)

4. Diangkat Baginya Sepuluh Derajat dan Dihapus Darinya Sepuluh Keburukan

Barangsiapa membaca shalawat untuk Nabi satu kali saja, maka Allah akan memberinya sepuluh rahmat. Dan rahmat itu bisa berupa saja, bisa berupa rezeki, kesehatan, kesuksesan, dan lain sebagainya.

Ali bin Hujr menceritakan kepada kami, Ismail bin Ja'far memberitahukan kepada kami dari Al-Ala’ bin Abdurrahman dari ayahnya, dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa membaca shalawat untukku satu kali, maka Allah akan memberinya rahmat sepuluh kali'.” (HR. Imam Muslim dan Abu Daud: 1369, dengan sanad Sahih)

5. Terhindar Dari Penyakit Hati

Barangsiapa membaca shalawat sebanyak 41 kali setiap hari setelah shalawat 5 waktu, niscaya orang tersebut akan terhindar dari penyakit hati yang dapat menimbulkan dosa misalnya seperti sombong, dendam, iri dan ghibah kepada orang lain.

6. Dapat Mendapatkan Jodoh yang Baik

Barangsiapa membaca shalawat sebanyak 100 kali setiap hari dengan istiqomah, niscaya Allah Swt. akan mempertemukannya dengan jodoh yang baik. Dan tentunya harus diimbangi dengan ikhtiar seperti shalat istikharah, wirid, dzikir dan doa. Wallahu A’lam

Itulah beberapa keutamaan shalwat ibrahimiyah. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Wallahu A’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel