Rangkuman Sejarah Dakwah Nabi Muhammad di Madinah

https://www.abusyuja.com/2019/12/rangkuman-sejarah-dakwah-nabi-muhammad-di-madinah.html
Abusyuja.com_Di bawah kepemimpinan Rasulullah SAW, masyarakat madinah hidup dengan penuh kerukunan. Kerukunan tersebut tercipta karena segala aspek kehidupannya dilandasi oleh rasa persaudaraan antar sesama muslim, dan juga antar semua pihak yang berlainan agama. Hal ini terbentuk dengan sendirinya yang dibangun oleh masyarakat Madinah itu kemudian terkokohkan oleh piagam Madinah.

Baca juga :

Mereka saling berjanji setia untuk selalu tidak memerangi satu sama lain, menjaga kota dari serangan musuh, dan melindungi Rasulullah SAW dari segala bahaya, saling menjamin kebebasan dalam mengamalkan ajaran agama masing-masing, dan membudayakan sikap toleransi. Walaupun Madinah dihuni oleh masyarakat yang multiagama dan multietnis, namun kehidupan masyarakat tetap berjalan tenteram. Setiap umat beragama dapat melakukan peribadatan sesuai dengan ajaran agama mereka masing-masing.

Nabi sebagai pemimpin agama sekaligus pemimpin negara tidak sungkan untuk bekerja keras membaur bersama masyarakat. Sungguh, kerendahan hati Rasulullah SAW ini merupakan salah satu keteladanan seorang pemimpin yang patut kita contoh.

Dalam perang Khandaq, ketika kaum muslimin mempersiapkan parit untuk menghadapi peperangan, Nabi Muhammad SAW juga ikut menggali dan mengangkut tanah bersama para sahabat lainnya. Bersama para sahabatnya Beliau juga ikut ke medan perang Badar, Uhud, dan Khandaq dengan mengerahkan segenap jiwa dan raganya. Semangat dan jiwa rela berkorban itulah salah satu keteladanan Nabi yang patut kita contoh.

Ketika menangani urusan kenegaraan, Nabi SAW selalu berpihak pada kaum lemah, yakni kaum miskin, yatim piatu, dan hamba sahaya. Hal itu dapat dilihat ketika Rasulullah SAW menetapkan kebijakan tentang pengelolaan harta zakat. Zakat yang ditarik dari hasil pertanian, perniagaan masyarakat, dan harta rampasan perang (ghanimah) itu selalu disimpan di baitul mal, dan digunakan sewaktu-waktu untuk menolong kaum lemah.

Inilah keteladanan Rasulullah. Seandainya saja Madinah itu dipimpin oleh seorang koruptor, apa jadinya? Anda bisa bayangkan bukan? Bisa-bisa baitul mal milik negara akan selalu "terjaga kebersihannya", karena isinya selalu dibawa lari ke luar negeri.

Nah, untuk itu, kita harus senantiasa meneladani sikap Rasulullah SAW yang ditunjukkannya ketika membina Masyarakat Madinah. Dengan meneladani beliau, Isya Allah negara kita akan menjadi negara madani, negara yang tidak jauh berbeda dengan keadaan negara Madinah yang dipimpin Rasulullah SAW pada waktu itu.

Itulah tadi sedikit pembahasan mengenai Rangkuman Sejarah Dakwah Nabi Muhammad di Madinah. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel