Anak Hasil Zina Tidak Masuk Surga, Apakah Benar?

https://www.abusyuja.com/2020/03/anak-hasil-zina-tidak-masuk-surga-apakah-benar.html
Abusyuja.com_Rusaklah sudah apabila “kecelakaan” menjadi topik hangat tetangga apabila gelar tersebut diberikan kepada kaum pemuda pemudi yang sedang menjalin hubungan haram. Akibat pergaulan bebas, tidak sedikit yang akhirnya terpeleset kedalam perzinaan, bahkan ada yang kebablasan hingga akhirnya kecelakaan karena tidak punya rem untuk menahannya.

Lalu apa? Orang tualah yang akan terjatuh dalam lingkungan hujat. Harga diri mereka spontan sirna. Mereka merasa telah gagal mendidik anak. Harga diri keluarga tercoreng dan ternodai oleh anaknya sendiri.

Akhirnya ada yang kejam menggugurkan, yaitu mereka-mereka yang menganggap bahwa kehormatan keluarga lebih berharga dari pada nyawa seorang bayi. Ada juga yang memutuskan untuk langsung mencari tanggal nikah demi menangkal hujatan fitnah.

Anak zina tidak masuk surga?

Ada oknum yang berpendapat bahwa anak hasil zina tidak akan masuk surga, semua amalan anak hasil zina tidak akan diterima oleh Allah Swt. Dan tidak akan masuk surga untuk selama-lamanya. Apakah pendapat itu dibenarkan? Apakah ada dasarnya dalam agama? Lalu bagaimana pendapat ulama mengenai hal tersebut? Berikut penjelasannya.

Pendapat tersebut (anak zina tidak masuk surga) adalah sesat dan tidak benar. Bahkan para ulama sepakat (ijmak ulama) bahwa setiap orang beriman dan beramal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan tentu akan masuk surga, walaupun anak hasil zina sekalipun.

Adapun hadis Nabi yang berbunyi, “Anak hasil zina tidak akan masuk surga”, memiliki arti bahwa mereka (anak-anak hasil zina) tidak akan masuk surga bersama-sama dengan orang-orang yang pertama kali masuk surga, yaitu para ulama, para wali-wali Allah, para Nabi-Nabi Allah.
Menurut al-Munawi dalam kitab Al-Siraj al-Munir ‘ala al-Jami’ al-Shaghir, “Yang dimaksud hadis Nabi ‘Anak zina tidak akan masuk surga’ adalah tidak masuk surga bersama orang-orang yang pertama penghuni surga”.

 Sebagaimana firman Allah Swt., orang-orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Anak tidak akan ikut memikul dosa zina ibunya. Tetapi anak tersebut tercegah masuk ke surga lebih dulu agar ibunya jera, bahwa perbuatan yang ia lakukan dapat berdampak pada anaknya di akhirat kelak.

Hadis di atas juga memiliki pesan moral tentang pencegahan hubungan diluar nikah. Kita tidak tahu ukuran kekuatan iman kita, apalagi orang lain. Diibaratkan balon, nafsu adalah air yang dimasukkan ke dalam balon. Apabila balon diisi air secara terus menerus, maka akan tiba waktunya ia akan meletus. Begitu juga dengan pacaran, apabila dilakukan secara terus menerus, tidak menutup kemungkinan akan mengundang sebuah perzinaan.

Selain berdampak buruk untuk diri sendiri, zina juga dapat merusak keluarga, anak-anak, bahkan bisa merusak keturunan sampai turun temurun. Itulah pandangan ulama mengenai hadis Nabi yang berbunyi anak hasil zina tidak akan masuk surga. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat.

Al-Siraj al-Munir ‘ala al-Jami’ al-Shaghir (Muhammad Ali Al-Maliki) halaman 105

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel