Cara Mendidik Istri Agar Menjadi Sholehah

Abusyuja.com_Wahai para suami, tidak semua wanita memiliki akhlak yang sempurna dan tidak pula semua istri bisa dengan mudah taat kepada suaminya dalam segala hal. Tentunya, seorang istri memiliki keinginan tersendiri, yang terkadang berlawanan dengan keinginan kita sebagai suaminya.

http://www.abusyuja.com/2020/07/cara-mendidik-istri-agar-menjadi-sholehah.html

Apabila istri kalian adalah wanita shalihah dan patuh terhadap semua perintah kalian, maka inilah kenikmatan serta anugerah besar dari Allah Swt. Namun, kami yakin itu jarang sekali bahkan hampir tidak ada di zaman sekarang. Wanita shalihah itu diibaratkan gagak putih, keberadaannya sangatlah langka. Sedangkan jika tidak demikian, atau istri kalian sering melawan perintah, maka kewajiban anda sebagai suami adalah mengupayakan perbaikan itu.

Mintalah pertolongan kepada Allah Swt.

Adapun seorang istri yang tidak patuh terhadap suaminya, bisa saja karena dari dulu sebelum menikah ia memang suka melawan. Dalam keadaan seperti ini, Islam dengan tegas memerintahkan agar suami harus benar-benar berusaha penuh untuk melakukan perbaikan terhadap sikapnya. 

Artikel Terkait:

Suami juga harus memahami dan juga menghayati benar, bahwa kebaikan itu datangnya dari Allah Swt. Maka, sudah sepantasnya jika bila telah berusaha keras memperbaiki kesalahan istrinya, suami memohon pertolongan kepada-Nya. Apalagi jika sang istri adalah mualaf, kita harus bekerja ekstra dalam mengajari mereka pendidikan agama, terutama pendidikan ibadah wajib, seperti shalat, zakat, puasa, dan haji.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memperbaiki istri. Perbaikan itu bisa meliputi fisik, akhlak, dan agama. Memperbaiki istri bisa dengan cara memerhatikan dan mengoreksi berbagai macam kesalahan yang berkaitan dengan ibadahnya. Misal, mengajaknya merenungkan dan men-tadaburi Al-Qur’an bersama, serta menganjurkannya melakukan banyak sedekah.

Carikan teman wanita yang berakhlak baik

Untuk memperbaiki akhlak istri agar menjadi lebih baik, maka kita dapat memilihkan teman wanita yang berperilaku baik untuknya, sehingga dapat memberikan pengaruh yang baik. Mereka bisa dijadikan teman untuk saling bertukar pikiran dalam berbagai masalah, seperti masalah agama, masalah keluarga, masyarakat, dan lain sebagainya. Dengan memiliki sahabat yang baik, maka secara langsung maupun tidak langsung, akan memperbaiki perilakunya.

Tahapan mendidik istri

Dalam mendidik istri, terdapat tiga tahapan yang perlu anda ketahui, yaitu:

Pertama: Menasihati istri dengan perkataan yang baik, lembut, dan mampu menyentuh hatinya,sehingga ia bisa kembali ke jalan yang benar. Rasulullah Saw. melarang suami menegur istri dengan kata-kata yang kasar, karena kata-kata kasar lebih menyakitkan daripada tusukan pedang.

Kedua: Ketika dinasihati dengan perkataan yang lembut, sang istri masih tidak taat, maka seorang suami diperbolehkan untuk pisah tempat tidur dengan istri. Pisah tempat tidur, bukan pisah rumah. Jadi, suami masih tidur dalam rumah yang sama, namun beda kamar dengan tujuan adanya introspeksi diri dari kedua belah pihak.

Ketiga: Setelah dua cara di atas sang istri tetap saja masih dalam tabiatnya dan tidak mau berubah menjadi lebih baik, maka suami diperbolehkan memukul. Rasulullah Saw. dalam sebuah hadis bersabda, "Bertakwalah kepada Allah dalam masalah perempuan (istri). Mereka adalah orang-orang yang membantu kelian. Kalian punya hak pada mereka, yaitu mereka tidak boleh menyentuhkan pada tempat tidur kalian lelaki yang kalian benci. Jika mereka melakukan hal itu, maka kalian boleh memukul mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Dan kalian punya kewajiban pada mereka, yaitu memberi rezeki dan pakaian yang baik.” (HR. Muslim)

Adapun yang dimaksud dengan “pukulan yang tidak menyakitkan” adalah pukulan yang tidak sampai meninggalkan bekas, tidak sampai membuat tulang retak, dan tidak di bagian tubuh yang berbahaya jika kena pukulan. Dilarang pula memukul di bagian wajah, karena wajah adalah segalanya bagi manusia dan pusat dari harga diri manusia.

Jika setelah mendapatkan didikan dari suami, istri tetap tidak taat, maka istri telah berdosa karena tidak patuh terhadap suami. Namun apabila sebaliknya, yakni suami mengetahui kesalahan istrinya, namun tidak mau mendidiknya, maka suami lah yang akan menanggung dosanya.

Itulah cara mendidik istri agar menjadi sholehah sesuai Al-Qur’an dan Al-Hadis. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel