Hadits Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

Abusyuja.com_Menuntut ilmu adalah menambah wawasan pengetahuan dengan cara-cara yang dibenarkan oleh syariat, serta tidak merugikan terhadap pihak lain. Menuntut ilmu hukumnya adalah wajib bagi seorang muslim laki-laki maupun perempuan. Sebab, menuntut ilmu dapat menjadikan seseorang tinggi derajatnya, baik di mata manusia maupun di mata Allah Swt.

http://www.abusyuja.com/2020/07/hadits-tentang-keutamaan-menuntut-ilmu.html

Belajarlah ilmu karena mempelajarinya adalah kebaikan, mencarinya adalah ibadah, mengingat-ingatnya adalah tasbih, memperdalamnya adalah jihad, mengajarkan kepada orang lain yang belum mengerti adalah shodaqoh, dan mengingatkannya kepada orang yang sudah mengerti adalah taqarub.

Ingatlah bahwa ilmu adalah sarana untuk mencapai tempat di surga, ilmu adalah sebagai teman di waktu sepi, kawan dalam pengasingan, penunjuk jalan kesenangan, penolong dalam kesulitan, hiasan di tengah-tengah kawan, dan senjata dalam menghadapi musuh.

Allah akan mengangkat derajat suatu bangsa karena ilmu, sehingga mereka menjadi pemuka yang dianut dan diikuti jejak langkahnya. Malaikat suka berkawan dengan mereka, mengusap-usap mereka dengan sayapnya, dan didoakan oleh semua benda yang basah dan yang kering, dan ikan di laut, serangga, binatang di darat maupun di laut. Karena ilmu itu dapat menghidupkan hati dari kebodohan, pelita dari kegelapan, kekuatan dari segala kelemahan, sarana untuk mencapai derajat orang-orang yang baik, sewaktu hidup di dunia maupun di akhirat.


Memikirkan tentang ilmu itu sendiri sebanding dengan puasa, mengkajinya sebanding dengan ibadah di waktu malam hari. Dan dengan ilmu, dapat diketahui yang halal dan yang haram. Ilmu merupakan pemimpin dan amal adalah pengikutnya. Ilmu itu hanya diberikan kepada orang-orang yang beruntung dan tidak akan diberikan kepada orang-orang yang celaka.

Menuntut ilmu bisa dilakukan dimana saja, meski sampai ke negeri Cina sekalipun. Sebagaimana sabda Nabi tentang carilah ilmu sampai ke negeri Cina, itu menandakan bahwa menuntut ilmu merupakan satu perbuatan yang sangat berperan dalam kemajuan Islam. Karena dengan ilmu pengetahuan, peradaban Islam akan maju.

Nabi Saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang melalui suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya salah satu jalan di antara jalan-jalan surga. Sesungguhnya malaikat  akan membentangkan sayapnya bagi orang yang menuntut ilmu, karena ridho dengan apa yang dilakukannya.”

Menuntut ilmu menjadikan seseorang bertambah derajatnya. Orang yang berilmu, akan dimintakan ampunan oleh semua yang ada di langit dan di bumi dan ikan-ikan di tengah lautan. (Al-Hadits)

Abu Darda’ pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya kelebihan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu adalah seperti kelebihan bulan purnama atas bintang-bintang yang lain. Sesungguhnya para ulama (orang-orang yang berilmu) itu adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dirham maupun dinar, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Oleh karena itu, siapa yang menuntut ilmu, maka berarti ia menuntut bagian yang sangat banyak.”


Menuntut ilmu hendaknya dengan niat keridhan dari Allah. Orang yang hatinya ikhlas dalam menuntut ilmu, akan beda hasilnya dengan orang yang memiliki niat lain dalam menuntut ilmu. Contoh, orang yang menuntut ilmu agar dapat bisa menyombongkan diri dan dipuji-puji, maka hasilnya pun akan berbeda dengan orang-orang yang memiliki niat ikhlas lillahi ta’ala dalam menuntut ilmu.

Rakus yang paling disukai Allah

Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, “Ada dua macam kerakusan yang tidak membosankan, yaitu menuntut ilmu dan mengumpulkan harta. Akan tetapi keduanya tidak sama, orang yang menuntut ilmu semakin rakus akan semakin mendapatkan ridho Allah, sedangkan orang yang rakus mengumpulkan harta akan semakin bertambah kesesatannya.

Kemuliaan orang menuntut ilmu

Dari Anas bin Malik ra., beliau berkata bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang ingin melihat orang-orang dibebaskan oleh Allah dari neraka, maka lihatlah orang-orang yang belajar. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, tidak ada orang yang belajar yang hilir mudik ke pintu orang yang alim melainkan Allah mencatat baginya setiap huruf dan setiap langkah dengan ibadah 1 tahun. Dan untuk setiap langkah dibangunkan baginya sebuah kota di surga. (bila) Ia berjalan dimuka bumi, maka bumi itu memohonkan ampunan baginya. Di waktu sore dan pagi, bumi itu senantiasa memohonkan ampunan baginya, dan para malaikat menyaksikan orang yang belajar itu saya berkata, ‘Mereka itu adalah orang-orang yang dibebaskan oleh Allah dari neraka.’”

Keistimewaan menuntut ilmu

Anas bin Malik ra., berkata bahwa Nabi Saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang menuntut ilmu bukan karena Allah, maka ia tidak akan keluar dari dunia sehingga ilmu itu datang kepadanya (memaksa) akan menuntut ilmunya itu karena Allah. Barangsiapa yang menuntut ilmu karena Allah, maka ia seperti orang yang berpuasa pada siang dan bangun (untuk beribadah) pada malam hari. Dan sesungguhnya 1 bab ilmu yang dipelajari oleh seorang itu lebih baik daripada ia mempunyai emas sebesar bukit Abu Qubais, lalu ia menginfakkannya pada jalan Allah ta'ala.”

Keutamaan menuntut ilmu

Abu Hurairah berkata, “Sesungguhnya kamu lebih baik mendapatkan ilmu, lalu kamu sia-siakan dari pada kamu tidak pernah mendapatkannya sama sekali.”

Dalam hadits lain, Abu Hurairah ra. berkata, Nabi Nabi Saw. pernah bersabda, "Tidak ada cara ibadah yang lebih utama di sisi Allah kepada belajar agama dan satu orang yang pandai agama itu lebih sulit bagi setan menggodanya daripada 1000 orang ahli ibadah yang tidak pandai. Dan sesungguhnya, segala sesuatu itu ada tiangnya dan tiang agama adalah ilmu fiqih."

Adab menuntut ilmu

Ketika Abu Sa’id ra.ditanya, “Dari Siapakah keterangan ini (keterangan di bawah ini) kamu peroleh?” Kemudian beliau menjawab, “Setelah bertemu dengan 70 orang yang mengikuti Perang Badar dan saya telah mengembara selama 40 tahun untuk mencari ilmu.” 

Adapun yang beliau hasilkan dari mencari ilmu adalah sebagai berikut:

“Carilah ilmu untuk mendapat ketenangan, kesabaran dan kesopanan. Rendahkan dirimu terhadap guru dan juga terhadap murid-muridmu. Janganlah saling menyaingi di antara para ulama, dan jangan mendebat dengan orang-orang bodoh.”

“Carilah ilmu yang tidak membahayakan ibadah, dan beribadahlah kepada Allah yang sekiranya tidak mengganggu dalam mencari ilmu. Karena tidak ada gunanya ilmu tanpa ibadah, begitu juga sebaliknya, ibadah tanpa ilmu.”

“Janganlah kamu seperti kelompok orang-orang yang meninggalkan mencari ilmu dan hanya beribadah secara terus-menerus. Sehingga setelah badannya kurus, mereka keluar dengan menghunus pedang untuk memerangi orang-orang yang berada di sampingnya. Seandainya mereka mencari ilmu, niscaya ilmu itu dapat mencegah mereka untuk berbuat seperti itu.”

“Orang yang beramal tanpa didasari ilmu adalah seperti orang yang tersesat dijalan. Semakin bertambah ibadahnya, maka suatu jauh tersesatnya, dan kerusakannya akan lebih banyak daripada kebaikannya.”

Hadits tentang menuntut ilmu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: Dari Abu  Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, "Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah Swt. akan memberikan kepadanya kemudahan jalan menuju surga. " (Shahih: Ibnu Majah dan Muslim)

Sanad matan dan rawi : Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami, dari Al A'masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah ra. Abu Isa berkata bahwa hadits ini berpredikat Hasan.

Itulah Keutamaan-keutamaan mencari ilmu dalam Islam. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Wallahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel