Nasehat untuk Suami, Lupakan Kesalahan Istri!

Ketika suami sedang memiliki masalah dengan istri, pada umumnya suami akan mudah tersulut emosi. Hal itu karena memang demikianlah watak laki-laki kebanyakan. Mereka cenderung egois dan mau menang sendiri, ketika suami sudah dikuasai oleh Nafsu amarah, ia akan melimpahkan semua kesalahan kepada istri. Bahkan ia juga cenderung mengungkit-ungkit keburukan istri yang telah berlalu sedangkan masalah itu sebenarnya sudah berakhir lama dan tidak perlu dibuka kembali.

http://www.abusyuja.com/2020/07/nasehat-untuk-suami-lupakan-kesalahan-istri.html

Saat suami melakukan hal demikian, maka masalah tidak akan berakhir, justru malah bertambah besar. Seorang istri akan merasa tidak dihargai dan direndahkan karena permasalahan yang seharusnya dikubur dalam-dalam malah dimunculkan kembali.

Terlebih, suami cenderung melupakan segala kebaikan yang telah dilakukan oleh istri selama ini dan kelebihan-kelebihannya yang seharusnya dibanggakan. Sungguh apabila kita logika, kebanyakan suami memang terkesan berbuat tidak adil kepada istri.

Baca juga: 5 Kewajiban Istri Terhadap Suami Menurut Islam

Apakah karena telah melakukan suatu kesalahan lalu semua kebaikan yang telah dilakukan istri hilang dan Lupakan begitu saja? Coba pikirkan.

Ketika Suami marah kepada istri, setan akan datang dan menghembuskan kebencian dalam hatinya dan membesar-besarkan kesalahan istrinya. Setan berkata, “Sudah, ceraikanlah saja dia, sungguh masih banyak wanita yang lebih solehah dan lebih cantik darinya.”

Setan akan menggoda lagi, “Coba kamu bayangkan, jika kamu hidup dengan wanita seperti ini, mungkin di kemudian hari dia akan lebih membangkang kepadamu, istrimu itu tidak menghormatimu dan tidak lagi sayang kepadamu, apabila dia sayang padamu, tentu dia tidak akan berbuat demikian.”

Demikianlah bisikan-bisikan yang dilancarkan setan kepada para suami yang sedang berseteru dengan istrinya. Sungguh, bisikan-bisikan seperti ini bisa menjadikan suami melupakan kebaikan-kebaikan istri. Jika suami melupakan kebaikan itu, maka ia telah menyamai sifat wanita yang suka melupakan kebaikan suami.

Syaikh Ibnu utsaimin berkata, “Alangkah baiknya jika seseorang tidak marah atas semua perkara, karena pasti akan timbul kekurangan (kesalahan). Bahkan, ia sendiri pasti juga pernah berbuat kesalahan dan tidak mungkin sempurna dalam segala hal.”

Seorang suami yang paling sedikit mendapatkan Taufiq dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan yang paling jauh dari kebaikan, adalah yang melupakan atau berpura-pura melupakan kebaikan istrinya, serta menjadikan kesalahan istrinya selalu nampak jelas di depan matanya. Bahkan, terkadang kesalahan istrinya yang sebenarnya kecil dibesar-besarkan sehingga ia pun berkesimpulan bahwa istrinya sama sekali tidak memiliki kebaikan.

Baca juga: 6 Kewajiban Suami Terhadap Istrinya Menurut Islam

Cara itu adalah logika yang terbaik dalam menghadapi permasalahan antara suami dan istri ketika istri berbuat kesalahan. Maka alangkah baiknya jika suami itu mengedepankan sifat berbaik sangka. Tekankan dalam hati bahwa istri berbuat kesalahan dan kekhilafan, sehingga tidak ada maksud untuk membangkang kepada suami atau menentang perintahnya.

Bukankah manusia tempatnya salah dan lupa? Bukankah kesalahan istri adalah hal yang wajar sebagai manusia? Sebagaimana dirinya (suami) yang juga pernah dan mungkin malah sering berbuat kesalahan dibandingkan dengan istrinya?

Jika suami berbaik sangka, maka masalah itu akan lebih mudah teratasi. Ia tidak akan menyalahkan istri, mengingat-ingat kesalahan, dan melupakan kebaikan nya.

Sesungguhnya memang diperbolehkan bagi seorang suami untuk mencurigai istrinya jika memang ada tanda-tanda indikasi yang menunjukkan demikian. Namun jika tidak ada indikasi yang mengharuskan untuk berburuk sangka, maka tidak boleh bagi suami untuk berpikiran negatif kepada istrinya.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam bahwa beliau melarang seseorang mendatangi istrinya di malam hari untuk mencari cari tahu apakah istrinya sedang berkhianat kepadanya atau untuk sekedar mencari-cari kesalahannya.

Hal ini menunjukkan bahwa  berburuk sangka dan mencari-cari kesalahan istri adalah perbuatan yang dilarang. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjauhkan kita semua dari sifat egois dan mau menang sendiri, serta semoga Dia memberi petunjuk kepada kita semua atas setiap permasalahan yang kita hadapi. Aamiin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel