Siapa Pembawa Ajaran Islam di Indonesia?

Pembawa Ajaran Islam di Indonesia_Dikalangan ahli sejarah terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai siapa dan dari mana Islam dibawa ke Indonesia. Perbedaan pendapat inilah yang membuat ahli sejarawan memiliki pemahaman yang berbeda-beda dalam mendefinisikan asal mula ajaran Islam di bawa ke Indonesia. Baca Juga :


Dan berikut 5 (lima) pakar sejarah yang berpendapat mengenai asal masuknya Islam di Indonesia :
https://www.abusyuja.com/2019/09/siapa-pembawa-ajaran-islam-di-indonesia.html

Siapa Pembawa Ajaran Islam di Indonesia?

Menurut Snouck Hourgronye Da Moquette 

Snouck Hourgronye Da Moquette merupakan pakar sejarah yang berasal dari Belanda, beliau menyampaikan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui pedagang-pedagang Gujarat, India. Teori ini didasarkan pada penemuan berbagai batu nisan yang ditemukan di berbagai tempat di Nusantara, termasuk makam Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) di Gresik yang mempunyai kesamaan bentuk dengan batu nisan di Cambay, Gujarat India. Simak gambar berikut :
https://www.abusyuja.com/2019/09/siapa-pembawa-ajaran-islam-di-indonesia.html
sumber : aroengbinang & kumparan

Menurut Soetjipto Wirjosoeparto

Soetjipto Wirjosoeparto dengan Snouck Hourgronye memiliki persamaan pendapat, yaitu menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui pedagang Gujarat, India. Teori ini didasarkan pada salah satu bukti peninggalan sejarah dari pemakaman raja Islam Samudra Pasai, Aceh Utara. Makam-makam disana memiliki batu nisan yang terbuat dari marmer yang hampir sama dengan batu nisan di Gujarat, India. Lihat gambar berikut :
https://www.abusyuja.com/2019/09/siapa-pembawa-ajaran-islam-di-indonesia.html
Sumber imtiyazhz
Gambar diatas merupakan makam peninggalan kerajaan Islam Samudra Pasai di Aceh Utara. Terlihat disana bahan yang digunakan untuk membuat batu nisan terbuat dari marmer yang hampir mirip dengan batu nisan di Gujarat, entah dari segi material maupun bentuk.

Menurut Hoesein Djajadiningrat

Menurut beliau, Islam masuk ke Nusantara melalui Persia (Iran). Teori ini dibuktikan melalui ejaan dalam tulisan arab yang di istilahkan dengan bahasa Iran, yaitu tulisan jabar (zabar). Selain itu, ada penggunaan gelar شاه (Syah) bagi raja-raja pada abad XV. Gelar شاه, (Syah) sendiri memiliki arti "raja" dan masih digunakan sampai sekarang oleh penguasa-penguasa di berbagai negara Asia Tengah dan Barat Daya seperti Negara Iran, Nepal dan masih banyak lagi.

Menurut Alwi Shihab

Menurut Alwi Shihab, Islam dibawa ke Indonesia melalui pedagang-pedagang sufi muslim Arab. Teori ini didasarkan pada catatan sejarah Cina pada dinasti Tang yang penduduknya diizinkan oleh pemerintah untuk bebas memiliki kepercayaan apapun atau bebas memeluk agama apapun.

Dalam berita tersebut kata "Cina" memiliki maksud yang luas, salah satunya yaitu gugusan pulau-pulau di wilayah Timur, termasuk Indonesia. Jadi beliau menyimpulkan bahwa jalur penyebaran ajaran Islam di Indonesia merupakan langsung dari Arab.

Menurut H. Absul Malik Karim Amrullah (HAMKA)

Menurut beliau, Islam masuk ke nusantara melalui Mesir dan Mekah. Pendapat ini didasari pada hikayat raja-raja Samudra Pasai dalam sejarah Melayu. Menurutnya seorang bernama Syekh Ismail yang berangkat dari Mekah menuju Samudera Pasai bertemu dengan Sultan Muhammad, yaitu orang yang memiliki keturunan langsung dari Sayyidina Abu Bakar as-siddiq di daerah Malabar. Keduanya berangkat menuju Samudra Pasai dan bertemu dengan Meurah Silu. Setelah Meurah Silu masuk ke Islam, dia mengganti namanya dengan Malik as Saleh. Al Malik sendiri adalah gelar digunakan oleh raja-raja Mesir pada masa itu.

Itulah pendapat ahli sejarawan mengenai Pembawa Ajaran Islam di Indonesia. Semoga dapat menambah wawasan anda.

Diterbitkan oleh : Abu Syuja

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel