5 Cara Penyebaran Islam di Indonesia

Daftar Isi
Proses penyebaran islam di indonesia_Agama Islam mudah diterima masyarakat bukan karena kebetulan. Kesempurnaan ajaran dan mudahnya diterima akal sehat adalah faktor utamanya. di samping itu, kecerdikan para tokoh Islam dalam menyebarkan ajaran Islam juga merupakan Kunci keberhasilan diterimanya Islam sebagai agama masyarakat Indonesia. Adapun strategi cara masuknya islam ke indonesia dapat dilihat dari berbagai jalur penyebaran berikut ini:
https://www.abusyuja.com/2019/10/5-cara-penyebaran-islam-di-indonesia.html

5 Jalur Penyebaran Islam di Indonesia


1. Jalur ajaran agama

Jalur penyebaran islam di indonesia yang pertama adalah lewat ajaran agama. Islam adalah agama yang menghargai persamaan kedudukan, hak dan kewajiban sesama manusia. Tidak ada yang lebih penting atau lebih utama dalam pandangan Allah SWT, kecuali ketika dilihat dari ketaatannya.

Selain itu, ajaran tasawuf yang dijalankan para sufi juga mempunyai andil besar dalam pengaruh islam terhadap masyarakat indonesia, karena memiliki banyak persamaan dengan kepercayaan kuno Indonesia yang cenderung pada pandangan hidup mistik dan gaib. Para ulama Sufi mengajarkan Islam dengan pendekatan yang mengena pada kebutuhan hidup yang dihadapi. Baca juga :


Ajaran tasawuf yang dibawa oleh para pejuang Islam tersebut ternyata mudah diterima dan disukai seperti magis dan pengobatan. Diantara tokoh yang menyebarkan Islam melalui ajaran tasawuf adalah Hamzah Fansuri di Aceh dan Walisongo di Jawa.

2. Jalur politik dan kekuasaan

Secara politis, penyebaran Islam dilakukan oleh para raja dan penguasa pada saat itu. Dengan adanya raja yang beragama Islam, ajaran Islam mulai menyebar ke seluruh pelosok kerajaan dan berangsur-angsur diikuti oleh rakyat dan penggawa kerajaan.

Sebagai contoh di Maluku dan Sulawesi Selatan, kebanyakan rakyat masuk Islam setelah rajanya memeluk Islam terlebih dahulu. Pengaruh politik inilah yang membantu dalam mengembangkan Islam di daerah-daerah yang berbasis kerajaan. Kemenangan kerajaan Islam secara politis banyak menarik penduduk sekitar untuk masuk Islam.

3. Jalur ekonomi dan Perdagangan

Aktivitas perdagangan merupakan cara pertama yang dilakukan oleh para saudagar. Aktivitas perdagangan biasanya menggunakan Jalur laut sebagai lalu lintas nya. Perjalanan laut itu terjadi baik antar kepulauan Indonesia sendiri maupun melampaui Cina, India dan teluk Persia. Perdagangan tersebut memberi keuntungan dan mendatangkan pemasukan bagi pelabuhan-pelabuhan yang disinggahi, baik menyangkut barang-barang yang masuk maupun barang-barang yang keluar.

Perdagangan yang terjadi saat itu ternyata banyak dikuasai oleh saudagar Islam baik dari Gujarat, Persia maupun Arab. Sehingga yang terjadi tidak hanya hubungan dagang saja tetapi juga hubungan agama. Hubungan tersebut terjalin dengan sangat baik dan akhirnya banyak masyarakat Indonesia atau pribumi yang kemudian memeluk agama Islam.

4. Jalur pendidikan

Penyebaran Islam di Indonesia juga dilakukan melalui pendidikan baik melalui Majelis Taklim maupun pesantren yang diselenggarakan oleh guru-guru agama dan ulama. Di pesantren, para santri sebagai calon ulama, guru dan Kyai mendapatkan pendidikan agama. Setelah dari Pesantren mereka pulang kampung masing-masing atau berdakwah ke tempat-tempat tertentu untuk mengajarkan agama Islam. 

5. Jalur seni dan budaya

Seni dan Kebudayaan merupakan salah satu jalur penyebaran Islam yang efektif. Jalur ini dicontohkan oleh Wali Songo dengan menggelar pertunjukan kesenian dan kebudayaan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga, seorang wali yang paling mahir dalam mementaskan Wayang. 

Dalam pertunjukan tersebut dia tidak meminta upah pertunjukan, tetapi meminta penonton untuk mengikutinya mengucapkan syahadat. Sunan Kalijaga juga menyelipkan ajaran-ajaran agama Islam dalam cerita wayang yang dipentaskannya. Selain wayang, kebudayaan lain atau hasil seni juga dijadikan alat Islamisasi seperti sastra, kaligrafi, seni bangunan, seni Ukir dan lain-lain. 

Itulah 5 Cara Penyebaran Islam di Indonesia. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam
IKUTI BLOG