Perkembangan Islam pada Masa Pasca Kemerdekaan

Islam pada Masa Pasca Kemerdekaan_Indonesia memang telah memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus tahun 1945. Akan tetapi Perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidaklah selesai begitu saja. Bahkan, Perjuangan mempertahankan kemerdekaan tak kalah beratnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan itu sendiri.
https://www.abusyuja.com/2019/10/perkembangan-islam-pada-masa-pasca-kemerdekaan.html
2 bulan setelah kemerdekaan, tentara sekutu Amerika dan Inggris datang ke Indonesia dengan membonceng tentara Belanda dibawah pimpinan Jendral Mallaby. Mereka berdalih hendak melucuti persenjataan Jepang yang masih tersisa akibat Perang Dunia 2 pada tahun 1945.

https://www.abusyuja.com/2019/10/perkembangan-islam-pada-masa-pasca-kemerdekaan.html
Jendral Mallaby

Kedatangan tentara asing ini kemudian di respon secara kritis dan tanggap oleh ulama sebagai langkah waspada adanya penjajahan untuk kesekian kalinya. Sebagai langkah tegasnya, Ulama Indonesia khususnya yang tergabung dalam organisasi NU memproklamasikan resolusi jihad demi utuhnya negara kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 21 Oktober 1945.


https://www.abusyuja.com/2019/10/perkembangan-islam-pada-masa-pasca-kemerdekaan.htmlResolusi jihad ini dijalankan secara terorganisir untuk membendung pengaruh kedatangan tentara sekutu di Indonesia. Sebagai akibatnya, meletuslah pertempuran lima hari di Surabaya antara kaum muslimin beserta rakyat Indonesia melawan tentara sekutu dan Belanda. Pertempuran ini dipimpin oleh Soetomo ( Bung Tomo) di Surabaya. Sebagai puncak nya, pertempuran ini berlangsung di depan Hotel Yamato Surabaya pada tanggal 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai hari Pahlawan hingga saat ini.

Peran Islam dan kaum muslimin memang sangat dominan dalam perjuangan bangsa Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan Indonesia juga menghadapi ancaman laten berupa ajaran komunis yang di tumbuhsuburkan oleh PKI. Ulama beserta kaum muslimin laki-laki tak mau tinggal diam. Dengan berbagai cara mereka melakukan penolakan untuk menghalau ajaran komunis tersebut. Peristiwa G30S PKI tahun 1965 adalah catatan kelam sejarah Islam dan bangsa Indonesia pasca kemerdekaan.

Tampilnya rezim orde baru dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto pada mulanya mendapatkan dukungan dari hampir seluruh kalangan Islam karena dianggap telah mampu menumpas PKI. Umat Islam juga berharap memperoleh lebih banyak akses menuju kekuasaan karena telah banyak yang mereka lakukan untuk menaikkan Soeharto ke Puncak kekuasaan. Akan tetapi Soeharto malah melakukan tindakan sebaliknya dengan memberangus kekuatan politik Islam. Masyumi yang sebelumnya pernah menjadi partai politik Islam, pada masa itu gagal tampil sebagai partai politik Islam lagi. Meskipun Soeharto masih bisa menerima pembentukan sebuah partai islam baru, yaitu Parmusi, namun harus dengan cara tak seorangpun permukaan Masyumi yang ikut. Baca juga :


Selanjutnya Soeharto melebur semua partai Islam yang ada, termasuk NU dan Parmusi, ke dalam partai islam satu satunya yaitu PPP. Peleburan yang lainnya juga dipaksakan atas partai nasionalis sekuler( PNI) dan partai-partai Kristen. Semuanya tergabung dalam PDI. Pengaruh Orde Baru melalui pemerintahan juga ditampakkan melalui kebijakan yang mengharuskan semua partai dan organisasi massa menerima pancasila sebagai satu satunya ideologi pada tahun 1984.

Dengan demikian pemerintah tetap memberikan dukungan kepada Islam sebagai kekuatan agama dan kebudayaan. Pemerintah juga mendorong perkembangan pendidikan Islam dan perluasan aktivitas dakwah. Selain itu pemerintah juga mengizinkan lebih banyak intelektual Islam untuk mencurahkan perhatian mereka pada berbagai problem sosial ekonomi yang dihadapi umat asalkan tidak memiliki wilayah politik.

Oleh karenanya, kepedulian pemerintah dapat sejalan dengan gerakan Islam jika dalam hal kepedulian terhadap keterbelakangan, kemiskinan, buruknya pendidikan, pengangguran dan kesejahteraan masyarakat. Adapun perkembangan dakwah Islam yang dianggap berseberangan dengan kepentingan pemerintah akan disebut sebagai ancaman terhadap stabilitas politik, ekonomi dan keamanan.

Akibat tatanan kehidupan berbangsa dan beragama berjalan di bawah tekanan ketat tersebut, maka lambat laun muncullah gerakan perlawanan karena ketidakpuasan terhadap pemerintah yang otoriter. puncaknya dari perasaan Terbelenggu dan tertekan ini akhirnya mampu melahirkan gerakan pembaharuan terhadap pemerintah yang disebut gerakan reformasi. Gerakan reformasi ini bertujuan untuk mengganti sistem pemerintahan menuju sistem yang lebih adil, sejahtera dan demokratis baik dalam tatanan sosial, politik, ekonomi maupun agama.

Abu Syuja : Perkembangan Islam pada Masa Pasca Kemerdekaan
Sumber : ASWAJA NU

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel