Mengenal Jenjang Pengkaderan IPNU-IPPNU

Abusyuja_Untuk menjamin kelangsungan suatu organisasi, diperlukan pengkaderan yang dimaksudkan untuk mencetak kader-kader yang akan melanjutkan perjuangan organisasi. Demikian pula IPNU-IPPNU, telah memiliki jenjang pengkaderan sesuai dengan tingkat kekaderannya. Semakin tinggi jenjang pengkaderan yang diikuti seorang anggota, menunjukkan kemampuan yang semakin tinggi pula dalam berjuang dan berkhidmah untuk organisasi.

http://www.abusyuja.com/2019/10/mengenal-jenjang-pengkaderan-ipnu-ippnu.html

Abusyuja_Untuk menjamin kelangsungan suatu organisasi, diperlukan pengkaderan yang dimaksudkan untuk mencetak kader-kader yang akan melanjutkan perjuangan organisasi. Demikian pula IPNU-IPPNU, telah memiliki jenjang pengkaderan sesuai dengan tingkat kekaderannya. Semakin tinggi jenjang pengkaderan yang diikuti seorang anggota, menunjukkan kemampuan yang semakin tinggi pula dalam berjuang dan berkhidmah untuk organisasi.

Adapun jenjang Adapun jenjang pengkaderan  IPNU-IPPNU adalah sebagai berikut :

6 Jenjang Pengkaderan IPNU-IPPNU


1. Masa Kesetiaan Anggota (Makesta)

Makesta adalah jenjang pengkaderan sebagai wahana untuk mengantar calon anggota IPNU-IPPNU untuk belajar dari hidup secara individual menuju kehidupan sosial. Makesta menjadi gerbang pertama seorang untuk menjadi anggota  IPNU-IPPNU. Melalui Makesta , seorang calon anggota  IPNU-IPPNU akan diperkenalkan dengan kehidupan berorganisasi, memahami dan menerima perbedaan pendapat secara terbuka serta dasar-dasar organisasi NU, paham Ahlussunnah Wal Jamaah Dan ke-IPNU-IPPNU-an.

Melalui Makesta yang diselenggarakan di tingkat pimpinan ranting atau pimpinan komisariat, diharapkan calon anggota  IPNU-IPPNU menyadari tugas dan tanggung jawabnya, menyadari pentingnya berorganisasi serta memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti jenjang pengkaderan berikutnya.

Baca juga :

Sebagai wahana membina calon-calon anggota IPNU-IPPNU, Makesta membina calon-calon anggota IPNU-IPPNU, Makesta yang diselenggarakan pada pimpinan komisariat di suatu pendidikan di bawah naungan NU dapat dilaksanakan pada masa orientasi peserta didik baru atau pada masa-masa kenaikan kelas. Hal ini diperlukan karena pada masa ini adalah awal diperbolehkannya seseorang untuk menjadi anggota  IPNU-IPPNU. Di samping itu, pendidikan dini tentang pentingnya berorganisasi dan penanaman ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah akan menjadi bekal bagi para peserta didik untuk mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah di masa yang akan datang. Karena para santri dan pelajar lah kaderisasi Nahdlatul Ulama dan kelestarian ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah dipertaruhkan.

2. Latihan Kader Muda (Lakmud)

Lakmud merupakan latihan kader tingkat pertama, yang ditekankan pada pembentukan watak, dorongan untuk mengembangkan diri dan meningkatkan rasa memiliki organisasi. Lakmud bersifat penggalian bakat dan penyaringan kader yang diharapkan dapat menghasilkan calon pemimpin dan aktivis organisasi untuk mendukung program organisasi di berbagai sektor.

3. Latihan Kader Madya (Lakmad)

Lakmad adalah latihan kader tingkat kedua yang mengolah idealisme kader dalam mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan mengelola kegiatan kegiatan organisasi. Melalui Lakmad diharapkan menghasilkan calon calon pemimpin dan aktivis organisasi yang mempunyai keterampilan merancang dan mengelola program-program organisasi secara lebih matang.

4. Latihan Kader Utama (Lakut)

Lakut merupakan latihan kader tingkat ke-3 yang berbentuk lokakarya pelatihan yang mengelola idealisme kader-kader utama dalam merancang dan mengembangkan sistem pelatihan  IPNU-IPPNU. Lakut bertujuan untuk mencetak tenaga tenaga terampil dengan kualifikasi manajer dan sekaligus pelatih serbaguna pada semua latihan, Khususnya Lakmad , pelatihan pelatih dan latihan pengembangan bakat dan minat.

Dalam penyelenggaraannya, Lakut melibatkan Lakpesdam NU sebagai Lajnah khusus dalam pengelolaan sumber daya manusia NU

5. Pelatihan Pelatih 

Pelatihan pelatih merupakan latihan kader tingkat kedua, dan merupakan latihan pelatih tingkat dasar bagi kader muda yang telah mengikuti Lakmud dan memiliki kecenderungan untuk menjadi pelatih. Latihan pelatih diharapkan mampu melahirkan kader pelatih yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam menjalankan tugas sebagai pelatih pada Makesta dan Lakmud.

6. Latihan Pengembangan Minat dan Bakat

Latihan pengembangan bakat dan minat juga merupakan pelatihan kader tingkat kedua dan merupakan pelatihan yang bersifat khusus, untuk mengembang bakat kader muda  IPNU-IPPNU dalam bidang-bidang tertentu. Melalui pelatihan ini diharapkan kader  IPNU-IPPNU memiliki keterampilan dan mandiri serta mampu mengembangkan kreativitasnya dalam menekuni profesinya, mempunyai wawasan kemasyarakatan yang luas dengan didasari oleh ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah.

Itulah 6 jenis Jenjang Pengkaderan IPNU-IPPNU. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel