Doa Ketika Terlilit Hutang

https://www.abusyuja.com/2020/02/doa-ketika-terlilit-hutang.html
Abusyuja.com_Tidak selamanya kita berada di atas. Terkadang, Allah Swt. menempatkan kita di bawah, kita diuji dengan cobaan-cobaan yang tentu tidak lepas dari kemampuan kita. Allah tidak mungkin memberikan cobaan yang tidak sesuai dengan kemampuan kita. Dalam rumah tangga, faktor ekonomi merupakan sasaran yang paling sering goyah. Terkadang kita di atas, dan terkadang kita di bawah.

Baca juga:

Pada saat ekonomi kita di bawah, tak jarang dari kita yang memilih untuk hutang demi menjalankan kelangsungan hidup. Dan tidak semua dari kita bisa menutup lubang hutang. Ada yang bisa, ada juga yang sengaja menghindar ketika di tagih karena memang pada momen itu kita benar-benar belum bisa mengembalikannya lagi.

Membahas soal utang, Abusyuja.com akan membagikan doa agar kita terbebas dari lilitan hutang. Selain itu, kami juga akan mengajak anda merenungi sejenak dampak dari hutang tersebut. Dan tak lupa pula kami sertakan beberapa dalil hadits yang berkaitan dengan hutang.

Doa Ketika Terlilit Hutang


https://www.abusyuja.com/2020/02/doa-ketika-terlilit-hutang.html
ALLAHUMMA MAALIKAL MULKI TU'TIL MULKA MAN TASYAA-U WA TANZIL'UL MULKA MIMMAN TASYAA-U WA TU'IZZU MAN TASYAA-U WA TUDZILLU MAN TASYAA-U BIYADIKAL KHAIRU INNAKA'ALA KULLI SYAI-IN QADIIR. TUULIJUL LAILA FIN NAHAARI WA TUULIJUN NAHAARA FIL LAILI WA TARZUQU MAN TASYAA-U BI GHAIRI HISAAB. RAHMADAN DUN-YAA WAL AAKHIRATI WA RAHIIMAHAA TU'THII MAN TASYAA-U MINHUMAA WA TAMNA'U MAN TASYAA-UR HAMNII RAHMATAN TUGHNIINI BIHAA 'AN RAHMATIN MIN SIWAAK.

Berhutang merupakan kenyataan yang terjadi hampir di setiap rumah tangga. Apalagi kala krisis ekonomi melanda sehingga menyebabkan pengangguran di mana-mana dan kemiskinan merajalela. Namun, sebelum berhutang, alangkah baiknya jika direnungkan dan dipikirkan terlebih dahulu tentang akibat dari hutang itu sendiri, baik dampak dari segi psikologi maupun dampak dari segi agama. 

Dari segi psikologi, kalau orang berhutang sudah masa jatuh temponya dan ia belum dapat membayarnya, betapa nastapa nasibnya, apalagi kalau orang yang mengutanginya menagih kepadanya.

Dari segi agama, banyak hadits-hadits yang menerangkan tentang akibat buruk dari berhutang. Nabi Saw. pernah mendatangi seorang laki-laki (yang meninggal dunia) untuk dishalati, maka beliau bersabda, "Apakah sahabat kalian ini memiliki hutang?"
Mereka menjawab, "Ya, dua dinar."
Maka, Nabi Muhammad Saw. mundur seraya bersabda, "Shalatkanlah teman kalian ini!"
Lalu Abu Qatadah berkata, "Hutangnya menjadi tanggunganku."
Kemudian Rasulullah baru bersedia menshalatkannya." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari Abdullah bin Amr, ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Semua dosa orang yang mati syahid diampuni, kecuali hutangnya." (HR.Muslim)

Dalam hadits lain, Rasulullah Saw. bersabda, "Demi jiwaku yang ada di Tangan-Nya, seandainya ada seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian ia dihidupkan kembali, lalu terbunuh lagi, kemudian dihidupkan kembali, lalu terbunuh lagi, sedangkan ia memiliki hutang, sesungguhnya ia tidak akan masuk surga sampai hutangnya dibayar." (HR. Nasa'i)

Nabi Muhammad adalah pribadi yang meskipun sering mengganjal perutnya dengan batu karena menahan lapar selama berhari-hari, tetapi beliau berusaha keras untuk menghindari hutang. Aisyah berkata bahwa "Nabi Muhammad Saw. pernah membeli makanan dari seorang Yahudi dengan tempo dan beliau memberi jaminan baji besi kepadanya." (HR. Bukhari). Hal itu semata-mata dilakukan keran untuk menghindar agar tidak berhutang.

Ibnu Munir berkata, "Seandainya beliau Nabi Muhammad Saw. ketika itu memiliki uang kontan, tentu beliau tidak mengakhirkan pembayarannya, Bertakwalah kepada Allah Swt sebelum berhutang dan ketika berhutang."

Oleh karena itu, marilah kita berlindung dari bencana buruk dari kebiasaan berhutang dengan memohon kepada Allah agar Dia mencukupi rezeki kita dengan banyak membaca doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw. di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel