20 Sifat-Sifat Allah Beserta Arti dan Penjelasannya Lengkap

Pengertian sifat wajib Allah

Dalam ranah keimanan kepada Allah SWT secara umum, Setiap mukallaf wajib meyakini sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi Nya. sehingga kita diharuskan:
  • Meyakini secara mantap tanpa keraguan bahwa Allah SWT pasti bersifat dengan segala kesempurnaan yang layak bagi keagungan-Nya.
  • Meyakini secara mantap tanpa keraguan bahwa Allah mustahil bersifat dengan segala sifat kekurangan yang tak layak bagi keagungan-Nya
  • Meyakini secara mantap tanpa keraguan bahwa Allah SWT boleh saja melakukan Atau meninggalkan segala hal yang bersifat Jaiz atau mungkin. contoh menghidupkan manusia dan dan mencabut nyawa manusia. 
Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa pengertian sifat wajib Allah adalah sifat-sifat dengan segala kesempurnaan yang layak bagi kebesaran-Nya. Sedangkan pengertian sifat mustahil Allah adalah segala sesuatu yang bersifat kurang atau tak layak disandarkan kepada-Nya. Sedangkan sifat jaiz Allah adalah segala sesuatu yang memiliki kemungkinan dilakukan atau tidak dilakukan oleh Allah SWT.

Baca juga :


Inilah akidah yang harus diyakini secara umum. Selain itu, Setiap mukallaf wajib meyakini secara terperinci sifat wajib 20 yang menjadi sifat-sifat pokok kesempurnaan, atau yang biasa kita sebut sebagai sebagai sifat Asasiyyah Kamaliyyah. Berikut penjelasan mengenai 20 sifat wajib dan mustahil Allah beserta penjelasan dan artinya.

https://www.abusyuja.com/2019/10/20-sifat-wajib-allah-beserta-arti-dan-penjelasan.html

20 sifat wajib Allah Beserta penjelasan dan Artinya


1. Wujud

Wujud artinya ada, yaitu keberadaan Allah yang sebelumnya tidak menerima didahului oleh ketiadaan, begitu pula setelah wujudnya. wujud Allah tidak disebabkan oleh faktor-faktor lain dan juga tidak berarti Allah mempengaruhi dzat-Nya sendiri untuk mewujudkannya. 

Dalil 'aqli wujudnya Allah adalah Hadits-nya alam. Hadits adalah sesuatu yang sebelumnya tidak wujud, artinya, kekurangan alam dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada merupakan dalil atas wujudnya Allah. Sebab, alam adalah sebuah ciptaan, dan setiap ciptaan pasti ada penciptanya, yaitu Allah. 

Sedangkan kebalikannya sifat wujud adalah 'adam (tidak ada) yang sudah jelas mustahil menjadi sifat Allah SWT.

2. Qidam

Qidam artinya tidak memiliki permulaan, atau wujud Allah tidak didahului oleh ketiadaan.
Dalil 'aqli sifat Qidam adalah Andaikan tidak bersifat Qidam pasti Allah bersifat hadits (sesuatu yang baru) sehingga membutuhkan pencipta.

Dari pengandaian Allah bersifat hadist muncul dua kemungkinan :

Pertama, penciptaan Allah membutuhkan pencipta, kemudian pencipta itu membutuhkan pencipta lain dan terus-menerus secara berputar. Namun hal ini mustahil menurut akal, sebab berkonsekuensi suatu Pencipta yang semestinya wujud lebih dahulu dari ciptaannya sekaligus menjadi ciptaan yang    wujud setelah adanya pencipta dalam satu waktu.

Kedua, Pencipta Allah membutuhkan pencipta, kemudian pencipta itu membutuhkan pencipta lain dan terus-menerus tanpa Berujung. Namun hal ini juga mustahil menurut akal, sebab berkonsekuensi suatu ciptaan tidak berujung pada penciptaannya.

Ketika kedua kemungkinan ini mustahil, maka batal pula pengandaian bahwa Allah bersifat hadits. Ketika pengandaian tersebut batal, pasti Allah bersifat Qidam.

Kebalikannya sifat Qidam yaitu sifat Huduts (Wujud setelah sebelumnya tiada). Hal ini mustahil menjadi sifat Allah SWT.

3. Baqa'

Baqo’ artinya tidak ada akhirnya, alias wujud Allah tidak akan menemui ketiadaan. Dalil 'aqli sifat Baqo' adalah Andaikan wujud Allah menemui ketiadaan maka sifat Qidam akan ternafikan dari-Nya, sebab, dalam kondisi seperti ini, wujud Allah bersifat Jaiz, jadi tidak bersifat wajib. Sedangkan sesuatu yang Jaiz pasti Hadits. Namun pengandaian ini mustahil, sebab telah terbukti bahwa Allah bersifat Qidam.

Kebalikannya sifat Baqa' adalah Fana' (ketiadaan setelah sebelumnya ada) yang sudah jelas mustahil menjadi sifat bagi Allah SWT.

4. Mukhalafatu Lil Hawaditsi.

Mukhalafatu Lil Hawaditsi artinya adalah secara mutlak Allah berbeda dengan makhluk dalam zat, seluruh sifat dan perbuatan-Nya. Mukhalafatu Lil Hawaditsi juga berarti bahwa Allah ternafikan dari sifat-sifat fisik dan segala konsekuensinya, seperti berada di tempat tertentu, menjadi sifat bagi benda tertentu dan disifati dengan ukuran besar maupun kecil secara fisik.

Kebalikannya sifat Mukhalafatu Lil Hawaditsi adalah Mumatsalah Lil Hawaditsi yang artinya Allah sama dengan makhluknya. Dan itu sudah jelas mustahil bagi Allah.

5. Qiyamuhu Binafsihi

Qiyamuhu Binafsihi artinya kemandirian Allah dengan Dzat-Nya. Maksudnya adalah bahwa Allah tidak membutuhkan dzat lain yang menjadi tempat baginya dan tidak membutuhkan pencipta yang mewujudkan-Nya.

Kebalikannya sifat Qiyamuhu Binafsihi adalah Ihtiyajul Ila Gahirih yang artinya Allah membutuhkan kepada selain-Nya. Dan itu jelas mustahil bagi Allah.

6. Wahdaniyyah

Wahdaniyyah artinya Allah maha esa dalam dzat, sifat dan perbuatannya.Secara terperinci maksud sifat Wahdaniyyah adalah sebagai berikut:
  • Maha Esa Allah dalam dzat berarti tidak ada dzat lain yang menyerupai Allah dan Allah tidak tersusun dari berbagai bagian.
  • Maha Esa Allah dalam sifat berarti Allah tidak mempunyai dua sifat atau lebih yang sejenis seperti dua sifat qudrah, dan selain Allah tidak mempunyai sifat yang menyerupai sifatnya.
  • Maha Esa Allah dalam perbuatan berarti selain Allah tidak ada yang mempunyai perbuatan menciptakan seperti perbuatan-Nya.
Kebalikannya sifat Wahdaniyyah adalah sifat Ta'addud yaitu keberadaan Allah itu lebih dari satu. Dan jelas itu merupakan sifat yang mustahil bagi Allah.

7. Qudrah

Qudrah artinya adalah bahwa Allah mewujudkan atau meniadakan segala hal yang mungkin sesuai dengan Iradah (kehendak)-Nya, seperti mewujudkan atau meniadakan orang bernama nama Zaid misalnya.

Dalil 'Aqli sifat qudrah adalah wujudnya alam semesta ini. Sebab, andaikan tidak bersifat qudrah, pasti Allah bersifat lemah. Andaikan bersifat lemah, pasti alam tidak akan wujud sama sekali. Padahal alam terbukti telah ada wujudnya, sehingga pengandaian ini mustahil dan benarlah kebalikannya yaitu Allah bersifat Qudrah.
Kebalikan sifat qudrah adalah sifat 'ajz (lemah) yang sudah jelas mustahil menjadi sifat bagi Allah SWT.

8. Iradah

Iradah adalah sifat qadimah yang ada pada Dzat Allah yang dengannya Allah mengkhususkan segala hal yang mungkin dengan spesifikasi tertentu yang bisa terjadi padanya, seperti wujud atau tidak wujudnya, kaya atau miskin, pada kau bodoh dan lain-lain. Contoh Iradah Allah adalah menciptakan makhluk berkulit putih, lahir di usia sekian dan segala hal yang mungkin berkaitan dengannya.

Kebalikannya sifat Iradah adalah sifat Karahah yaitu terpaksa. Dan hal tersebut merupakan sifat yang mustahil bagi Allah.

9. 'Ilmu

'Ilmu adalah sifat qadimah yang ada pada zat Allah yang dengannya Allah mengetahui berbagai sisi segala hal wajib, mustahil maupun Jaiz. Jadi Allah mengetahui secara terperinci tanpa didahului dengan ketidaktahuan. Sebab itulah Allah mengetahui secara terperinci segala hal tanpa batas, seperti mengetahui kesempurnaan Dzat-Nya sendiri.

Kebalikannya sifat 'Ilmu adalah sifat Jahl yang artinya Bodoh. Mustahil bahwa Allah memiliki sifat bodoh.

10. Hayat

Hayat adalah sifat qadimah yang ada pada Dzat Allah yang membenarkannya bersifat dengan sifat sifat Ma'ani selainnya seperti Qudrah dan Iradah.  Jadi sifat Allah adalah hidup dengan sendirinya atau dengan Dzat-Nya tanpa dengan roh seperti halnya makhluk.

Kebalikannya sifat Hayat adalah sifat Maut (mati). Dan hal tersebut mustahil bagi Allah.

11-12 Sama' dan Bashar

Sama' dan Bashar adalah dua sifat qadimah yang ada pada Dzat Allah yang dengannya tersingkap segala hal yang wujud. Namun tersingkapnya segala hal yang wujud dengan sifat sama' berbeda dengan tersingkapnya dengan sifat Bashar. dan tersingkapnya keduanya berbeda dengan tersingkapnya dengan sifat 'Ilm. Jadi masing-masing memiliki hakikat sendiri meskipun yang mengetahui secara persis hanyalah Allah SWT.

Kebalikannya sifat Sama' dan Bashar adalah sifat Shamam (Tuli) dan 'Ama (Buta). Dan jelas kedua sifat tersebut mustahil bagi Allah.

13. Kalam 

Kalam merupakan sifat qadimah yang ada pada Dzat Allah yang tidak berupa huruf dan suara. Sifat kalam Allah terhindar dari bagian depan dan belakang, I'rab dan Mabni, diam beserta adanya kemampuan melakukan berbicara, tercegah berbicara karena ketidakmampuan seperti bisu dan masih anak-anak, dan seluruh sifat ucapan makhluk.

Kebalikannya sifat kalam adalah sifat Bukm (Bisu) yang jelas merupakan sifat mustahil bagi Allah SWT.

14. Kaunuhu Qadiran 

Sifat Kaunuhu Qadiran adalah keberadaan Allah sebagai Dzat yang maha Mampu/Kuasa. Sifat Allah yang satu ini melekat atau menetap pada sifat Qudrah Allah. Kebalikannya sifat Kaunuhu Qadiran adalah Kaunuhu 'Ajizan yang artinya Keberadaan Allah sebagai dzat yang tidak mampu/berkuasa. Dan hal tersebut mustahil dimiliki oleh Allah SWT.

15. Kaunuhu Muridan 

Sifat Kaunuhu Muridan adalah keberadaan Allah sebagai Dzat yang maha Berkehendak. Sifat Allah yang satu ini melekat atau menetapi pada sifat Iradah. Kebalikannya sifat Kaunuhu Muridan adalah Kaunuhu Karihan yang artinya keberadaan Allah sebagai Dzat yang terpaksa. Dan hal tersebut Mustahil bagi Allah SWT.

16. Kaunuhu 'Aliman

Kaunuhu 'Aliman artinya adalah keberadaan Allah sebagai Dzat yang Maha Mengetahui. Dan sifat wajib Allah yang satu ini melekat atau menetapi pada sifat 'Ilm. Kebalikan dari sifat Kaunuhu 'Aliman adalah Kaunuhu Jahilan yang artinya keberadaan Allah sebagai Dzat yang Bodoh. Dan hal itu Mustahil bagi Allah SWT.

17. Kaunuhu Hayyan

Kaunuhu Hayyan artinya adalah keberadaan Allah sebagai Dzat yang Hidup. Sifat ini ada pada Dzat Allah yang menetapi sifat Hayah. Kebalikannya sifat Kaunuhu Hayyan adalah sifat Kaunuhu Mayyitan yang artinya Keberadaan Allah sebagai Dzat yang Mati. Dan itu Mustahil bagi Allah SWT.

18. Kaunuhu Sami'an

Kaunuhu Sami'an artinya adalah keberadaan Allah sebagai Dzat yang Maha Mendengar. Sifat ini menetapi pada sifat Sama'. Kebalikannya Kaunuhu Sami'an adalah Kaunuhu Asham (Keberadaan Allah sebagai Dzat yang Tuli). Dan itu mustahil bagi Allah SWT.

19. Kaunuhu Bashiran

Kaunuhu Bashiran artinya adalah keberadaan Allah sebagai Dzat yang Maha Melihat. Sifat ini menetapi pada sifat Bashar. Kebalikannya Kaunuhu Bashiran adalah Kaunuhu A'ma (Keberadaan Allah sebagai Dzat yang Buta). Dan itu merupakan sifat yang mustahil bagi Allah SWT.

20. Kaunuhu Mutakaliman

Kaunuhu Mutakaliman artinya adalah keberadaan Allah sebagai Dzat yang Maha Berfirman. Sifat ini menetapi pada sifat Kalam. Kebalikannya Kaunuhu Mutakaliman adalah Kaunuhu Abkam (Keberadaan Allah sebagai Dzat yang Bisu). Dan hal tersebut mustahil bagi Allah SWT.

Itulah 20 Sifat Wajib Allah Beserta Arti dan Penjelasannya Lengkap. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel