Inilah 3 Alasan Kenapa NU (Nahdlatul Ulama) Didirikan

Lahirnya NU_Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar mengenai sejarah tentang bagaimana proses lahirnya NU, khususnya di Indonesia. NU sendiri merupakan organisasi islam (ORMAS) terbesar di Indonesia, setidaknya ada 3 (tiga) alasan atau motif lahirnya Nahdlatul Ulama. Berikut penjelasannya :

https://www.abusyuja.com/2019/10/inilah-3-alasan-kenapa-nu-nahdlatul-didirikan.html

3 (tiga) alasan atau motif lahirnya NU (Nahdlatul Ulama)


1. Motif Agama

https://www.abusyuja.com/2019/10/inilah-3-alasan-kenapa-nu-nahdlatul-didirikan.html
Kondisi Nusantara sebelum NU dan organisasi-organisasi Islam lainnya lahir berada dalam masa penjajahan kolonial Belanda dan Pemerintahan Hindia Belanda. Selain mempunyai tujuan menguasai dan mengeruk kekayaan alam Indonesia, mereka juga memiliki misi khusus yaitu kristenisasi atau kebijakan menasranikan rakyat Indonesia. Sebagaimana dikatakan oleh Gubernur Jendral Belanda pada waktu itu yakni Alexander Willem Frederik Idenburg (1909-1016).

Dari kebijakan itu muncullah tindakan nyata dari pemerintah Hindia Belanda, yaitu dengan memberikan bantuan secara besar-besaran kepada misi Katolik dan Zending Protestan (Sekolah Katolik). Bantuan pemerintah Hindia Belanda tersebut diwujudkan dalam bentuk bangunan-bangunan sekolah, santunan sosial dan perhatian kesehatan masyarakat yaitu dengan cara mendirikan rumah sakit.

Dengan demikian para pemimpin umat Islam atau para ulama merasa prihatin dan terpanggil untuk melawan penjajahan Belanda. Semakin keras kemauan perintah Hindia Belanda memberlakukan politik kristenisasi, semakin kuat pula semangat para ulama-ulama atau pemimpin umat Islam untuk melawannya. Sejarah mencatat bahwa gerakan organisasi Islam yang kemudian muncul adalah NU (Nahdlatul Ulama), yang lahir di Surabaya pada 31 Januari Tahun 1926 M. Dan di tahun-tahun sebelumnya juga sudah lahir beberapa organisasi-organisasi Islam, diantaranya adalah :

  • Syarikat Islam (Syarikat Dagang Islam) di Solo pada tahun 1905 M.
  • Muhammadiyah di Yogyakarta pada tahun 1912 M.
  • Al Irsyadiyah di Jakarta pada tahun 1914 M. Dan organisasi Islam yang lahir setelah NU seperti :
  • PERTI (Pergerakan Tarbiyah Islamiyah) di Bukit Tinggi Sumatra Barat pada tahun 1928 M.
  • Jami'iyyah Washliyah di Medan pada Tahun 1930 M.

2. Motif Membangun Nasionalisme

https://www.abusyuja.com/2019/10/inilah-3-alasan-kenapa-nu-nahdlatul-didirikan.html
KH. Abdul Wahab H.
Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah berusaha membangun semangat nasionalisme melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan. Salah satu tokoh yang ikut andil dalam kegiatan pembangunan ini adalah Abdul Wahab Hasbullah setelah pulang menuntut ilmu di Mekah. Beliau mendirikan perguruan "Nahdlatul Wathon" pada tahun 1916 M. Perguruan ini resmi berbadan hukum dengan susunan kepengurusan : (1) Direktur : KH. Abdul Kahar. (2) Dewan Guru : KH. Wahab Hasbullah. (3) Kepala Madrasah : KH. Mansyur. (4) Pembantu : KH. Ridwan Abdullah.

Sejat itu, Nahdlatul Wathon dijadikan sebagai markas pengembangan ilmu bagi pemuda-pemuda. Mereka dididik untuk menjadi pemuda yang berilmu dan mencintai tanah airnya. Setiap hendak memulai kegiatan belajar mengajar, para murid diharuskan terlebih dahulu menyanyikan lagu perjuangan dalam syair bahasa Arab.

Perkembangan selanjutnya, KH. Abdul Wahab Hasbullah juga menjalin hubungan dengan ulama-ulama lainnya, diantaranya adalah KH. Ahmad Dahlan Pengasuh pondok pesantren Kebon Dalem Surabaya. Bersama beliau, KH. Hasbullah mendirikan madrasah "Taswirul Afkar" pada tahun 1919 M. Taswirul Afkar mula-mulanya hanyalah sebuah forum diskusi yang membahas mengenai berbagai masalah keagamaan dan kemasyarakatan. Selanjutnya menjadi pusat pendidikan dan penanaman nilai-nilai nasionalisme. Taswirul Afkar di bawah kepemimpinan KH. Ahmad Dahlan yang berpusat di Ampel Suci (dekat Masjid Ampel) semakin hari bertambah maju dan bertambah muridnya. Baca juga :
Meskipun KH. Wahab Hasbullah bersama ulama-ulama lainnya telah melakukan banyak perjuangan melalui pendidikan dan penanaman nasionalisme, namun beliau masih memiliki keinginan untuk mendirikan sebuah organisasi yang lebih tertata dengan baik. Maka dari itu, pada tahun 1924 M, KH. Abdul Wahab Hasbullah mengajukan ide untuk mendirikan perkumpulan ulama kepada KH. Hasyim Asy'ari yang merupakan guru dan sepenuhnya. KH. Hasyim Asy'ari yang pada saat itu dikenal sebagai panutan ulama-ulama pesantren di Jawa Madura, belum Merestui usulan dari KH. Abdul Wahab Hasbullah. Alasannya karena untuk mendirikan sebuah organisasi Islam perlu pemikiran yang mendalam dan perlu berkonsultasi langsung kepada para Masyayikh atau sesepuh agama, salah satunya kepada KH. Muhammad Kholil Bangkalan Madura.

3. Motif Mempertahankan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah

https://www.abusyuja.com/2019/10/inilah-3-alasan-kenapa-nu-nahdlatul-didirikan.html
Ibnu Saud
Kemenangan Ibnu Saud atas raja Syarif Husein di tanah Hijaz membawa dampak yang besar terhadap perkembangan Islam di dunia, termasuk di Indonesia. Ibnu Saud adalah murid Setia Muhammad bin Abdul Wahab, yaitu tokoh pendiri paham Wahabi. Suasana di negeri Hijaz utamanya di Mekkah dan Madinah muncul larangan-larangan terkait dengan praktik ibadah seperti larangan bermazhab, larangan berziarah ke makam-makam Pahlawan Islam dan larangan praktek ibadah haji sesuai mazhab 4. Hal tersebut membuat para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah di tanah air termasuk KH. Abdul Wahab Hasbullah menjadi prihatin. Dan akhirnya, beliau bersama KH. Hasyim Asy'ari membentuk Komite Hijaz . Tugas utama komite ini adalah mempersiapkan pengiriman delegasi Islam di Mekkah dan menghubungi para ulama-ulama terkemuka di Jawa dan Madura. Para ulama-ulama yang dipimpin oleh KH, Hasyim Asy'ari tersebut bersama-sama datang ke daerah kertopaten Surabaya dan membuat keputusan bahwa yang menjadi delegasi komite Hijaz adalah KH.  Raden Asnawi Kudus sebagai delegasi komite Hijaz. Setelah terpilihnya KH. Raden Asnawi Kudus, kemudian timbul pertanyaan, siap yang berhak mengirim KH.  Raden Asnawi dan atas nama apa?

https://www.abusyuja.com/2019/10/inilah-3-alasan-kenapa-nu-nahdlatul-didirikan.html
KH. Asnawi Kudus
Dan pada forum itu telah disepakati bahwa delegasi tersebut di atas namakan Jami'iyyah Nahdlatul Ulama. Nama ini atas usulan KH. Mas Alwi. Hari bersejarah tersebut jatuh pada tanggal 16 Rajab tahun 1344 Hijriyah atau bertepatan dengan 31 Januari 1926 M yang suratnya dikenang dan diperingati sebagai hari lahirnya Nahdlatul Ulama.

Namun demikian, KH. Raden Asnawi Kudus selaku utusan komite Hijaz tidak sampai ke tanah suci karena Tertinggal kapal laut. Pada akhirnya yang kemudian berangkat adalah KH. Abdul Wahab Hasbullah dan Syekh Ghonaim Al-Misri dan berhasil bertemu dengan raja Ibnu Saud. 


Misi utama delegasi Jami'iyyah Nahdlatul Ulama ini di antaranya adalah:
  • Meminta kepada raja Ibnu Saud untuk tetap memberlakukan kebebasan bermadzhab 4 yaitu Hanafi Maliki Syafi'i dan Hambali
  • Memohon tetap diperbolehkan mengunjungi situs-situs bersejarah Islam, karena tempat-tempat tersebut telah diwakafkan untuk masjid, seperti tempat kelahiran Siti Fatimah dan lain sebagainya.
  • Memohon agar disebarluaskan ke seluruh dunia setiap tahun sebelum jatuh musim Haji dan mengenai Urusan Haji seperti ongkos haji, ongkos perjalanan sekitar Mekkah Madinah.
Jadi selain alasan keagamaan dan nasionalisme, lahirnya Nahdlatul Ulama juga didorong oleh semangat untuk mempertahankan dan mengembangkan Islam yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah.

Itulah tiga alasan kenapa Nahdlatul Ulama didirikan Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang sejarah keislaman. Wallahu A'lam. 

Sumber : Aswaja NU

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel