Doa Penawar Hati yang Duka

https://www.abusyuja.com/2020/02/doa-penawar-hati-yang-duka.html
ALLAHUMMA INNII 'ABDUKA IBNU 'ABDIKA, IBNU AMATIKA, NAASHIYATII BIYADIKA MAADHIN FIYYA HUKMUKA, 'ADLUN FIYYA QADHAA-UKA, AS-ALUKA BI KULLISMIN HUWA LAKA, SAMMAITA BIHI NAFSAKA, AU ANZALTAHU FII KITAABIKA, AU  'ALLAMTAHU AHADAN MIN KHALQIKA, AWISTA'TSARTA BIHI FII 'ILMIL GHAIBI 'INDAKA AN TAJ'ALAL QUR'AANA RABII'A QALBII, WANUURA SHADRII, WAJALAA-A HUZNII, WA DZAHAABA HAMMII.

"Ya Allah, Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam), dan anak hamba perempuan-Mu (Hawa). Ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadha-Mu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penentram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku." (HR. Ahmad)

Menurut riwayat Ibnu Sunni, Nabi Muhammad Saw. bersabda, "Barangsiapa yang membaca dzikir ini kala ditimpa kegundahan, niscaya Allah Swt. akan menghilangkan kegundahannya dalam menenangkan hatinya".

Baca juga :

Bagaimanapun juga, dalam hidup ini, terkadang kita mengalami cobaan yang menyedihkan sehingga membuat hati kita gundah. Bisa jadi orang yang kita cintai mengecewakan atau meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Kita lalu bersedih. Dari sisi manusiawi, bersedih dalam konteks ini sangatlah wajar. Tetapi, kalau terus-menerus bersedih sementara hidupnya harus berjalan, apa lagi kalau orang tersebut adalah seorang pemimpin yang membawahi banyak karyawan, atau ia adalah orang tua yang memiliki tanggungan hidup anak-anak dan istrinya, tentu tindakan ini akan berimbas buruk tidak hanya buat dirinya sendiri, tetapi juga orang-orang yang ada di sekitarnya, terutama orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya.

Al-Kindi, seorang filusuf Muslim, mendefinisikan kesedihan sebagai gangguan psikis yang terjadi karena kehilangan hal-hal yang dicintai dan sangat diinginkan. Orang yang menjadikan kecintaan dan keinginan yang bersifat indrawi, maka ia akan menjadi sedih jika kecintaan dan keinginan yang bersifat indrawi itu hancur, hilang, atau musnah. Termasuk dalam hal ini adalah kecintaan akan kekasih, orang tua, anak, keluarga, hara benda, jabatan, dan sebagainya.

Manusia akan selalu mengalami kehilangan sesuatu yang dicintainya. Oleh karena itu, seseorang tidak boleh bersedih terlalu lama karena kehilangan sesuatu atau kehilangan yang dicintainya. Sebaiknya, dia harus membiasakan diri dengan kebiasaan yang mulia dan rela terhadap segala keadaan agar selalu bahagia.

Dan, doa inilah diantaranya resep spiritual paling agung dari Nabi Muhammad Saw. untuk mengatasi kesedihan anda.

Itulah tadi pembahasan mengenai doa penawar hati yang duka. Jangan lupa bagikan ke sanak saudara apabila bermanfaat. Sekian dari kami kurang lebihnya mohon maaf. Wallahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel